Kembali Lagi…

Setelah hampir setahun tidak bergelut dengan dunia tulis menulis, mudah-mudahan artikel ini bisa kembali menyegarkan blog yang sudah hampir terabaikan ini. Bismillah, kita mulai kawan…

***

kembaliDetik demi detik pasti kita rasakan bersama dalam irama waktu mengiringi kehidupan kita. Ada yang sukses memanfaatkan waktunya dengan beragam hal yang bermakna, namun ada juga yang lalai, terbuai, bahkan terlena dengan waktu yang perlahan menggerogoti sisa usianya. Karna hidup ini begitu adil kawan, hasil akan sesuai dengan proses yang kita lalui detik demi detiknya (dengan  kehendak Allah SWT, tentunya).

Mungkin masih banyak dari kita yang belum tahu, bahwa hitungan detik sejatinya adalah sesuatu yang sangat berharga bagi kita. Ia tak akan terbeli dengan uang, pun dengan hal yang sangat mahal untuk mengembalikan waktu yang telah berlalu. Ia akan menjadi aset yang tak ternilai harganya bagi seseorang yang sangat menikmati waktu hidupnya, namun bisa jadi sebaliknya, aset yang akan sangat merugikan diri seseorang ketika kita buta dengan kebermaknaan waktu, karna waktu kan senantiasa siap memenggal kepala seperti halnya kata bijak orang dahulu sebelum kita.

Ketika kita tersadar waktu telah melewati kita, pastinya kita berharap waktu kan kembali seperti semula. Apalagi ketika waktu telah berlalu dengan masa yang begitu suram, atau disaat bersamaan dengan hal-hal yang dilematis  yang mengharuskan kita mengambil keputusan besar, pasti kita sangat menyesal & mengharap kembali di waktu tersebut untuk mengambil langkah yang benar,  tapi itu mustahil kawan! Waktu tak akan kembali menghampiri kita, hanya saja ia kan terus bergulir memberikan kesempatan kepada kita untuk bisa mengoptimalkannya.

Sungguh, hal yang sangat mulia bila kita bisa kembali memaknai & memaksimalkan waktu hidup kita yang tersisa kawan. Meskipun lembaran hitam telah menghiasi hidup kita, jadikanlah landasan hikmah tuk kembali menghiasi lembaran kehidupan dengan lembaran kebaikan, lembaran baru, lembaran yang akan menjadi sejarah kehidupan kita.

Baiklah kawan, selamat melanjutkan kehidupan kita masing-masing. Semoga hidup kita akan semakin hidup dengan gelora semangat pembaharuan yang tak kan pernah pudar terlindas waktu kehidupan! Kembali merencanakan tujuan, kembali membangun harapan, tetap semangat kawan!

Advertisements

Do’amu Sungguh Menyentuh Jiwa . . .

moonlight22Dari Ibnu ‘Abbas r.humma., ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. berdoa pada suatu malam seusai shalat: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon rahmat dari sisi-Mu, yang dengannya Engkau arahkan hatiku, Engkau kumpulkan semua urusanku, Engkau kumpulkan urusanku yang tercerai-berai, Engkau perbaiki (keadaanku) ketika aku pergi, Engkau angkat (derajatku) ketika aku tidak pergi, Engkau sucikan semua amalku, Engkau ilhamkan petunjuk kepadaku, Engkau kembalikan kelembutanku, dan Engkau jaga aku dari segala keburukan.

Ya Allah berikanlah kepadaku keimanan dan keyakinan yang tiada lagi kekufuran sesudahnya dan rahmat yang dengannya aku bisa menggapai ketinggian derajat kemuliaan-Mu di dunia dan akhirat. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu keberuntungan dalam takdir-Mu, derajat para syuhada’, kehidupan orang-orang yang bahagia dan pertolongan melawan musuh-musuh.

Ya Allah, aku serahkan semua kebutuhanku kepada-Mu walaupun pemikiranku tidak mampu dan amalku lemah, aku membutuhkan rahmat-Mu. Maka aku mohon kepada-Mu wahai Dzat Yang Memutuskan semua perkara dan Yang Menyembuhkan hati, sebagaimana Engkau telah memisahkan antar lautan, maka lindungilah aku dari adzab neraka yang menyala-nyala, dari doa-doa buruk, dan dari fitnah kubur.

Ya Allah, kebaikan yang tidak terjangkau akalku, tidak terbersit dalam niatku dan tidak terucap dalam doaku, yang telah Engkau janjikan kepada seseorang dari hamba-Mu, maka aku berharap kepada-Mu akan kebaikan tersebut, dan aku memohonnya kepada-Mu dengan segenap rahmat-Mu, wahai Tuhan seluruh alam.

Ya Allah, Yang Mempunyai tali (janji) yang kuat dan perintah yang lurus, aku memohon kepada-Mu rasa aman pada hari yang diancamkan, serta syurga pada hari kekekalan bersama orang-orang yang dekat kepada-Mu dan menyaksikan keesaan-Mu, yang selalu ruku’ dan sujud, yang senantiasa memenuhi janji, Engkau! Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan sesungguhnya Engkau melakukan apa saja yang Engkau kehendaki.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang memberi dan mendapatkan hidayah  -bukan orang-orang yang sesat dan menyesatkan- berdamai kepada kekasih-kekasih-Mu, dan memusuhi musuh-musuh-Mu, mencintai orang yang mencintai-Mu dengan rasa cinta dari-Mu, dan memusuhi orang yang menyelesihi-Mu dengan rasa permusuhan dari-Mu.

Ya Allah, inilah doaku dan Engkaulah yang bisa mengabulkannya. Dan inilah usahaku, dan kepada-Mu-lah  aku berserah diri. Ya Allah, berikanlah cahaya di dalam hatiku, cahaya dalam kuburku, cahaya di depanku, cahaya di belakangku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku, cahaya dalam pendengaranku, cahaya dalam penglihatanku, cahaya di rambutku, cahaya di kulitku, cahaya di dalam dagingku, cahaya dalam darahku, dan cahaya dalam tulangku.

Ya Allah, kuatkanlah cahayaku, berikanlah aku cahaya, dan jadikan cahaya untukku. Maha Suci Dzat Yang Mengenakan kemuliaan dan berfirman dengan kemuliaan. Mahasuci Dzat Yang Mengenakan keagunggan dan bermurah hati dengan keagunggan-Nya, Mahasuci Dzat Yang Memiliki segala keutamaan dan kemuliaan, Mahasuci Dzat Yang Memiliki kebesaran dan kemuliaan.” (HR. Tirmidzi)

Sumber: ‘Muntakhab Ahadits, Bab Shalat Sunnah dan Nafilah [363]’, Syaikh Muhammad Yusuf al Khandahlawi, Penerbit Ash Shaff

Muhasabah Sang Teknolog

sujudHampir mustahil di dunia sekarang ini mendapatkan saintis dan teknolog seperti yang Allah kehendaki. Yang hatinya kenal, cinta dan takut Allah. Yang hatinya senantiasa bersama Allah, merasa diawasi Allah. Yang setiap perbuatannya, hidup matinya, detak jantungnya, turun naik nafasnya semata-mata untuk dan karena Allah seperti yang dijanjikan dalam sholatnya, bahwa sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah semata-mata untuk Tuhan sekalian alam. Karena kesungguhannya untuk menjadi orang Allah, maka dia dibantu oleh Allah dalam tugas-tugasnya mengembangkan sains dan teknologi, sehingga lahirlah berbagai teori, inovasi dan produk-produk yang canggih, maju dan sangat bermanfaat bagi manusia dan kemanusiaan. Read more of this post

Bahkan Malaikat pun Mendoakan kita

Bahkan Malaikat pun Mendoakan kita

Aku tahu, hari-hari mu kau lalui dengan penuh pengorbanan untuk melampaui ujian dan rintangan yang menghadang. Terkadang, engkau terpaksa mengorbankan waktu istirahat hanya untuk menunaikan manuver-manuver perencanaan untuk menggapai apa yang engkau cita-citakan. Atau bahkan sengaja mengalahkan ego pribadi di atas kepentingan orang lain, hanya untuk melihat senyum sumringah dari kebermanfaatan kau pada orang lain.
Aku ingin kau tersenyum kembali, ketika kau tak mampu mengusir sepi dan kesunyian dalam hati karna kejenuhan yang sangat. Aku hanya ingin kau bangkit kembali, menatap tegak cita dan angan setelah berkutat dalam hal yang melelahkan. Namun, Aku pun tak ingin kau terlena dalam mimpi panjang, di tengah hidup yang semakin garang.
Oleh karena itu, bangkitkanlah gairah perjuangan dengan senantiasa menjaga amalan sunnah seperti yang telah Baginda Rasul ajarkan. Aku ingin kita tetap merasakan kemanisan iman ketika seperti di awal kita merasakannya.
Insya Allah, berikut ini adalah amalan sunnah yang Rasulullah ajarkan, hingga para malaikat pun turut mendoakan kebaikan kita, baik selama di dunia maupun di akhirat nanti. (Sumber: Syaikh Dr. Fadhl Ilahi, ‘Orang-orang yang Didoakan Malaikat’, Pustaka Ibnu Katsir)
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa
yang tidur dalam keadaan suci, makamalaikat akan bersamanya di dalam
pakaiannya. Dia tidak akan bangunhingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilahhambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”.(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia.Ya Allah sayangilah ia'” (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)
3. Orang – orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah .
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat
kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan” (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)
4. Orang – orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang – orang yang menyambung shaf – shaf” (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim
meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam
Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)
5. Para malaikat mengucapkan ‘Aamiin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al
Fatihah .
Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu”. (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat .
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa )
kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia
melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya
Allah ampunilah dan sayangilah ia” (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu
Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)
7. Orang – orang yang melakukan shalat shubuh dan ‘ashar secara berjama’ah .
Rasulullah SAW bersabda, ” Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu
para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas
malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari
tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana
kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka
sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka
sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'” (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan .
Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan
tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan
dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya,
setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat
tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'”
Maka dari itu, rasakanlah kedahsyatan baru yang kembali hadir dalam dirimu kawan. Rasakanlah bagaimana amalan-amalan sunnah yang sederhana tersebut membawamu kembali kepada sosok yang ku kenal!
Mantab kan?

Aku tahu, hari-hari mu kau lalui dengan penuh pengorbanan untuk melampaui ujian dan rintangan yang menghadang. Terkadang, engkau terpaksa mengorbankan waktu istirahat hanya untuk menunaikan manuver-manuver perencanaan untuk menggapai apa yang engkau cita-citakan. Atau bahkan sengaja mengalahkan ego pribadi di atas kepentingan orang lain, hanya untuk melihat senyum sumringah dari kebermanfaatan kau pada orang lain. Read more of this post

Menggapai Puncak dengan Politik Tahan Diri

menangTarget pemenangan diri sepuluh tahun kedepan pastilah sangat berat. Di awali jalan berliku, aral melintang, bahkan duri dan bebatuan sudah siap menghadang. Tentu skenario yang matang lah yang harus ditempuh dari beragam jalur untuk melewati perbatasan. Dan memegang garis kebijakan yang akan menentukan rencana strategis tersebut, berharap berbuah hasil seperti yang telah dicanangkan. Read more of this post