Mari Fahami dan Cintai Kematian..

Kematian adalah sesuatu yang pasti. Tiada siapa yang mengetahui kematian walaupun para malaikat, melainkan hanya ALLAH saja. Rasulullah pernah berkata : akan ada 2 penyakit yang amat membahayakan umat-ku di akhir zaman nanti. Yakni cinta dunia dan takut mati. Kalau begitulah pesanan Baginda, maknanya kita mesti mengusahakan untuk suka dengan kematian, bukan takut dengannya. Kenapa?Kematian adalah bermulanya sebuah perjalanan menuju negeri yang kekal abadi, kampung akhirat. ALLAH ciptakan dunia ini sebagai naungan agar para hambaNya dapat mengumpulkan bekal yang banyak ketika pulang menghadapNya di suatu masa. Sebaik-baik bekal adalah taqwa[himpunan sifat2 yang baik, selamat dan meyelamatkan]

ALLAH telah ingatkan manusia melalu Al’Quran, Hadist bahwa dunia ini tidaklah kekal abadi, hanya sebentar saja…paling lama juga kita hidup di dunia adalah 100thn saja. Akhirat? Tak terbayangkan..dan ia diukur tidak sama dengan waktu/masa di dunia. Mati adalah sesuatu yang besar pada pandangan ALLAH. Karena apabila mati, ia berkekalan, tak dapat diubah lagi apa yang telah diperbuat. Kalau baik, maka akan baiklah selamanya, kalau tak baik akan menderitalah selamanya. Beginilah perumpamaan mati kalau kita tidak hidup menurut disiplin Tuhan.

Pertama sekali tibanya sakaratul maut, datanglah malaikat yang akan mencabut nyawa kita, pada saat itu kita sudah tidak lagi berada di alam dunia tapi di alam lain, maka tidak sama apa yang terlihat oleh manusia di dunia dengan apa yang dihadapi oleh orang yg akan mati itu. Mula2 malaikat akan mencabut nyawa kita mulai dari kaki, hinggalah ke urat nadi, di leher kita. Bagi orang kafir yang tidak beriman pada Tuhan, ia akan sangat menyakitkan, malaikat pun akan mencabutnya dengan keras, bukan dengan perlahan-lahan. Melainkan bg orang2 yang takutkan Tuhan, malaikat akan mencabutnya dengan berhati-hati, pelan2 sekali. Sakitnya ketika nyawa dicabut adalah bagai pukulan 300 mata pedang..bayangkan!!! kena pisau sedikit saja kita dah kesakitan…karena sayangnya Baginda dengan umatnya, ia pun minta ALLAH ringankan sakitnya umatnya ketika dicabut nyawa agar tidak terlalu mendertita. ketika dimandikan juga rasanya lebih sakit dari dikuliti hidup2, maka itu Rasulullah ada berpesan, perlahan2lah ketika memandikan mayat..

Lalu si mati pun dikuburkan, selepas pengantar jenazah pergi 7 langkah meninggalkan kubur, datanglah dua malaikat Munkar dan Nakir yang akan bertanya tentang apa yang kita sdh perbuat selama hidup di dunia ini. Pada masa itu, bukan mulut kita lagi yang menjawab, melainkan anggota tubuh kita, bahkan hati kita akan berkata apa yang dirasakannya selama hidup di dunia. Pada masa itu kita ga akan dapat mengelak lagi. Dibukalah tabir segala apa yang kita perbuat di dunia, seperti di-rekam, semuanya akan terlihat ,takkan ada 1 perbuatan pun yang luput dari rekaman itu, walau sedetik saja. Mungkin kita malu, kita menyesal, tapi pada waktu itu apalah gunanya???menyesal tidak berguna…kalau kita ga dapat jawab apa yg ditanyakan oleh kedua malaikat itu, kita akan dipukul 70hasta jatuh ke dalam bumi[tak terbayanggg…]lalu sampailah kita pada padang mahsyar, padang di mana manusia di seluruh bumi ini akan dihimpun, mulai dari nabi adam, hingga manusia yang terakhir mati.pada saat itu, suasana kita sedang tdk berpakaian, ALLAH biarkan kita beribu tahun lamanya mengikut ukuran akhirat, matahari di atas ubun amat panas, tiada siapa yg menolong. Manusia bagaikan tumpukan korek api, amat berhimpitan. Tidak ada yang dapat memberi syafaatul kubra selain RASULULLAH SAW saja…ketika sudah selesai hisab, kita akan melalui titian shirat yang mana ianya lebis tipis dari sehelai rambut kita, yang selamat akan sampai ke syurga, yang tidak berguguranlah ke dalam api, kekal abadi tidak diukur oleh masa lagi.

Kalau kita faham tentang kematian ini, tentu kita akan memperbaiki diri kita, kita akan memperbaiki hubungan kita dengan ALLAH, membetulkan ibadah, kita akan berbuat baik terhadap sesama manusia dan makhluk ALLAH yang lainnya, kita akan jauhkan diri dari membuat sesuatu yang ga berfaedah apalagi yang mendatangkan dosa, dan kita akan redha dengan ujian yang ALLAH bagi pada kita, karena ujian kan penghapusan dosa, dan ia akan selesai di dunia, Tuhan bagi ujian untuk meringankan dosa kita di akhirat. Seberat apa ujian di dunia tidak akan ada seberat ksusahan yang akan kita alami di akhirat jika kita tidak cinta dengan ALLAH, takut denganNya..begitulah kita akan redha, sabar dengan segala ketentuan ALLAH pada kita karena kita faham betapa mati sangat menyakitkan…

Rasullullah mengatakan bahwa orang yang cerdik, pandai adalah orang selalu teringat dengan mati, maka cintailah kematian, rindukanlah moga2 dengan izin dan kasih sayangNya ALLAH matikan kita dalam keadaan mulia, khusnul khotimah, akhir yang baik…moga2 ALLAH tidak hinakan kita di dunia lagilah di akhirat.

Moga2 tulisan ini menginsafkan si penulis dan yang membacanya..terutama……………………………..

kita semua..
maaf lahir batin.

Kaidah-Kaidah dalam Menghafal Al Qur’an

Al-Qur’an adalah kitab yang dijamin Allah subhanahu wa ta’ala akan selalau terjaga dari perubahan, penggantian, penambahan, dan pengurangan isi.

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9).

Berikut ini adalah sebagian dari kaidah-kaidah umum yang bisa membantu Anda untuk menghafal Al-Qur’an guna mendapatkan kedudukan yang agung sebagai seorang hafizh.

• Membatasi Porsi Hafalan Setiap Harinya

Sebaiknya seseorang yang hendak menghafal Al-Qur’an untuk membatasi hafalannya untuk setiap harinya. Misalnya, hanya beberapa ayat saja, satu halaman atau dua halaman dari Al-Qur’an, atau seperdelapan juz, dan seterusnya. Lalu, setelah membatasi hafalan dan membenarkan bacaan, mulailah dengan melakukan pengulangan (muraja’ah).

• Sebaiknya Menghafa tidak Melebihi Batasan Harian, Sampai Anda Dapat Menghafalnya Secara Sempurna

Bagi hafizh Al-Qur’an, sebaiknya menghindari beralih kebatasan hafalan yang baru, kecuali ia telah menyempurnakan dengan baik batasan hafalan sebelumnya. Hal itu supaya apa yang telah dia hafal benar-benar terpatri ke otak.

• Hindari Beralih ke Surat Lain Sebelum Anda Benar-benar Hafal

Usai selesai satu surat Al-Qur’an, tidak seharusnya bagi hafizh beralih ke surat lain, kecuali setelah ia menghafalnya secara sempurna dan mengikat antara awal dan akhir surat tersebut. Lisannya juga menghafalnya secara gampang dan mudah, tanpa bersusah payah mengingat-ingat ayat-ayat yang dihafal dan menyempurnakan bacaan.

• Senantiasa Memperdengarkan Hafalan Anda

Wajib bagi seorang hafizh tidak menyandarkan hafalannya kepada dirinya sendiri. Akan tetapi, ia sebaiknya memperdengarkan hafalannya kepada hafizh yang lainnya atau mencocokkannya dengan mushaf.

Ini bertujuan supaya seorang hafizh mengetahui adanya kesalahan bacaannya atau adanya bacaan yang terlupakan sebab banyak dari kita salah dalam membaca sebuah surat dan tidak menyadarinya meskipun sambil melihat mushaf. Hal ini karena ia banyak membaca tetapi tidak teliti.

• Menfaatkanlah Usia Emas Untuk Menghafal

Usia tersebut adalah usia dari 5 tahun sampai kira-kira 23 tahun. Pada usia ini, kekuatan hafalan manusia sangat bagus. Bahkan ia merupakan tahun-tahun emas yang sangat berharga untuk menghafal.

Sumber:

Cara Cerdas Hafal Al-Qur’an, Dr. Raghib As-Sirjani dan Dr. Abdurrahman Abdul Khaliq: Aqwam

Metode Menghafal Al Qur’an

Berikut ini adalah salah satu dari metode bagi anda yang mau menghafal ayat-ayat dalam al Qur’an. Tapi yang perlu diperhatikan sebelumnya bahwa,

Obat terbesar dalam menghafal dan memahami adalah taqwa kepada Allah SWT. “Bertaqwalah kepada Allah, niscaya Dia mengajarimu”

Imam Syafi;i berkata, “Aku mengadukan perihal keburukan hafalanku kepada guruku, yang bernama Imam Waki’, lalu guruku berwasiat agar aku menjauhi maksiat dan dosa. Guruku kemudian berkata: ‘Muridku, ketahuilah bahwa ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang-orang yang maksiat’”.

Adapun langkah-langkah menghafal al Qur’an, sebagai berikut:

  1. Hendaklah permulaan hafalan al Qur’an dimulai dari surat An Naas lalu al Falaq, yakni kebalikan dari urutan surat-surat al Qur’an. Cara ini akan memudahkan tahapan dalam perjalanan menghafal Al Qur’an serta memudahkan latihan dalam membacanya di dalam shalat baik.
  2. Membagi hafalan menjadi dua bagian. Pertama, hafalan baru. Kedua, membaca al Qur’an ketika shalat.
  3. Mengkhususkan waktu siang, yaitu dari fajar hingga maghrib untuk hafalan baru.
  4. Mengkhususkan waktu malam, yaitu dari adzan Maghrib hingga adzan Fajar untuk membaca al Qur’an di dalam shalat.
  5. Membagi hafalan baru menjadi dua bagian: Pertama hafalan. Kedua, pengulangan. Adapun hafalan, hendaknya ditentukan waktunya setelah shalat fajar dan setelah Ashar. Sedangkan pengulangan dilakukan setelah shalat sunnah atau wajib sepanjang siang hari.
  6. Meminimalkan kadar hafalan baru dan lebih memfokuskan pada pengulangan ayat-ayat yang telah dihafal.
  7. Hendaklah membagi ayat-ayat yang telah dihafal menjadi tujuh bagian sesuai jumlah hari dalam sepekan, sehingga membaca setiap bagian dalam shalat setiap malam.
  8. Setiap kali bertambah kadar hafalan, maka hendaklah diulangi kadar pembagian pengelompokan pekanannya agar sesuai dengan kadar tambahan.
  9. Hendaklah hafalannya persurat. Jika surat tersebut panjang, bisa dibagi menjadi beberapa ayat berdasarkan temannya. Tema-tema yang panjang juga bisa dibagi menjadi dua bagian atau lebih. atau dapat juga dikumpulkan surat-surat atau tema-tema yang pendek menjadi satu penggalan. Yang penting pembagian tersebut tidak asal-asalan, bukan berdasarkan berapa halaman atau berapa barisnya.
  10. Tidak dibenarkan dan tidak diperbolehkan sama sekali melewati surat apapun sampai ia menghafalnya secara keseluruhan, seberapa pun panjangnya. Dan setelah menghafalnya secara keseluruhan, maka hendaklah diulang-ulang beberapa kali dalam tempo lebih dari satu hari.
  11. Apabila di tengah shalat malam mengalami kelemahan dalam hafalan sebagian surat, maka hendaklah dilakukan pengulangan kembali disiang hari di hari berikutnya. Dalam kondisi seperti ini, tidak dibenarkan memulai hafalan baru. Kebanyakan hal seperti ini terjadi di awal-awal hari setelah menyelesaikan hafalan baru.
  12. Sangat dianjurkan sekali untuk memperdengarkan surat-surat yang akan digunakan dalam shalat malam kepada orang lain.
  13. Sangat baik mendidik anggota keluarga dengan metode ini. Caranya dengan membuat jadwal pekanan bagi setiap anggota keluarga dan memperdengarkan hafalan kepada mereka di siang hari, mengingatkan kepada mereka, memotivasi mereka untuk membacanya ketika shalat malam, serta membekali mereka supaya bisa berlatih sehingga tumbuh berkembang diatas al Qur’an. Dan al Qur’an bisa menjadi teman bagi mereka yang tidak bisa lepas darinya dan tidak kuasa untuk berpisah dengannya. Serta bisa menjadi lentera yang menerangi jalan kehidupan mereka.
  14. Hendaklah memperhatikan cara membacanya. Bacaan harus tartil (perlahan) dan dengan suara yang terdengar oleh telinga. Bacaan yang tergesa-gesa walaupun dengan alasan ingin menguatkan hafalan baru adalah bentuk pelalaian terhadap tujuan membaca al Qur’an (untuk memperoleh ilmu, untuk diamalkan, untuk bermunajat kepada Allah, untuk memperoleh pahala, untuk berobat dengannya).
  15. Tujuan dari menghafal al Qur’an bukanlah untuk menghafal lafadz-lafadznya dalam jumlah yang banyak. tetapi tujuannya adalah mengulang-ulang surat yang telah dihafal dalam shalat dengan niatan, mentadabburi al Qur’an. tetapi apabila mampu menghafal banyak surat sesuai apa yang telah disebutkan diatas, itu lebih utama dari pada sedikit menghafal. Yang terpenting adalah menerapkan kaidah diatas. Apabila menurutmu waktu sangat sempit maka ambillah kadar yang sedikit namun terus diulang-ulang.

Disadur dari dkmfahutan.wordpress.com

Cukuplah ALLAH Bagiku…

Assalamu’alaykum Warrahmatullah Wabarakatuhu…

Saudaraku,,,
Sungguh kaki ini tak kuat melangkah di jalan yang penuh onak dan duri ini…
beban dakwah ini terlalu berat untuk dipikul oleh superman sekalipun…
atau bahkan semua superhero yang ada didunia ini tak akan mampu membopong amanah Allah yang sungguh mulia ini tanpa di hadiri sang ‘amal jama’i yang apik…..
tanpa pertolongan Allah, secuil pun kita tak sanggup berkarya dalam hidup ini…
terlebih lagi kehinaan kita dalam membanggakan diri, sungguh suatu hal yang menyayat amal kita, ibadah kita, atau tabungan akhirat kita….

Kau tahu saudaraku,,,
Sudah berapa banyak daun-daun yang berguguran diakibatkan kencanganya angin godaan yang menerpa dirinya, atau bisa jadi keringnya ruhiyah dirinya membawanya mudah dirapuhkan oleh antek zionis menggerogoti semangatnya secara perlahan….
Tanpa disadari, ia pun akan menjadi buih dilautan yang mudah terombang-ambing oleh derunya ombak kehidupan…

Oleh karena itu, aku bersyukur akan hadirmu di sisiku yang sungguh membawa warna baru dalam hidupku,, kau telah rela membagi energi kehidupanmu ketika ku sedang lalai,, kau sudi menasehatiku ketika ku enggan bertilawah,,, dan semua hal telah kau lakukan tuk membuatku bangkit kembali membangun kesadaran akan kejayaan Islam….

Kamulah partner sejarah abadiku dalam jalan ini,,,
Bersamamu,, kita songsong kejayaan umat ini…
Bersamamu,, kita kembali ke kampung halaman kita, yaitu syurga yang telah Allah janjikan bagi siapa saja yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, hingga ia berjuang dijalan Allah dengan segala potensi yang dimilikinya….

Allahu Akbar!

aKheedEdi

KAMMI Demo di DPRD Kabupaten Bandung

Selasa, 3 Maret 2009 | 15:58 WIB BANDUNG, TRIBUN-Puluhan Aktivis KAMMI berunjuk raa di halaman Gedung DPRD Kabupaten Bandung, siang tadi. Selain membawa sejumlah poster, para pengunjuk rasa juga meneriakkan yel-yel antipolitisi busuk. “Warga sebaiknya menggunakan hak pilih dengan hati-hati. Jangan pilih politisi busuk,” kata Dedi Ramdani, koordinator lapangan. Aksi yang berlangsung tertib ini berakhir selepas tengah hari. Tribun Jabar.co.id