Serba “Ter” di Palestina

Berawal dari kewajiban untuk melakukan perbaikan ATM BRI di Gedung Cyber I Kuningan Barat 27 Juli 2010 lalu, ada lembar buletin jum’at tergelatak tak bertuan di lantai Mushalla lantai 1. Karena tergesa untuk shalat maghrib berjama’ah, buletin tersebut hanya ku lipat dan ku masukkan dalam saku baju, tanpa menghiraukan apa isi dari buletin tersebut.

sesampainya di rumah, tersentak ketika aku mulai membacanya.. eng ing eng.. ternyata tentang rekor yang terpecahkan di Palestina yang diulas oleh buletin Oase, yang dikeluarkan oleh LSM  ACT (Aksi Cepat Tanggap). Sungguh membuat hati ini kembali terpanggil untuk mengetahui lebih dalam tentang kondisi Palestina terkini. Tanpa izin copy-paste terlebih dahulu, berikut adalah isi dari buletin jum’at tersebut… mudah-mudahan menambah wawasan kita tentang Palestina.

***

“Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar” (QS. Al Israa: 6)

TAHU Guinness World Records? Inilah lembaga terkemuka yang mencatat hal-hal yang serba “ter” di muka bumi. Dari yang terpanjang, terkecil, terbesar, tertua dan rekor-rekor “ter” yang lain.

Tahukah apa yang bisa dicatat Guinness World Records jika mereka pergi ke Palestina? Ini dia: Read more of this post

Kembali Lagi…

Setelah hampir setahun tidak bergelut dengan dunia tulis menulis, mudah-mudahan artikel ini bisa kembali menyegarkan blog yang sudah hampir terabaikan ini. Bismillah, kita mulai kawan…

***

kembaliDetik demi detik pasti kita rasakan bersama dalam irama waktu mengiringi kehidupan kita. Ada yang sukses memanfaatkan waktunya dengan beragam hal yang bermakna, namun ada juga yang lalai, terbuai, bahkan terlena dengan waktu yang perlahan menggerogoti sisa usianya. Karna hidup ini begitu adil kawan, hasil akan sesuai dengan proses yang kita lalui detik demi detiknya (dengan  kehendak Allah SWT, tentunya).

Mungkin masih banyak dari kita yang belum tahu, bahwa hitungan detik sejatinya adalah sesuatu yang sangat berharga bagi kita. Ia tak akan terbeli dengan uang, pun dengan hal yang sangat mahal untuk mengembalikan waktu yang telah berlalu. Ia akan menjadi aset yang tak ternilai harganya bagi seseorang yang sangat menikmati waktu hidupnya, namun bisa jadi sebaliknya, aset yang akan sangat merugikan diri seseorang ketika kita buta dengan kebermaknaan waktu, karna waktu kan senantiasa siap memenggal kepala seperti halnya kata bijak orang dahulu sebelum kita.

Ketika kita tersadar waktu telah melewati kita, pastinya kita berharap waktu kan kembali seperti semula. Apalagi ketika waktu telah berlalu dengan masa yang begitu suram, atau disaat bersamaan dengan hal-hal yang dilematis  yang mengharuskan kita mengambil keputusan besar, pasti kita sangat menyesal & mengharap kembali di waktu tersebut untuk mengambil langkah yang benar,  tapi itu mustahil kawan! Waktu tak akan kembali menghampiri kita, hanya saja ia kan terus bergulir memberikan kesempatan kepada kita untuk bisa mengoptimalkannya.

Sungguh, hal yang sangat mulia bila kita bisa kembali memaknai & memaksimalkan waktu hidup kita yang tersisa kawan. Meskipun lembaran hitam telah menghiasi hidup kita, jadikanlah landasan hikmah tuk kembali menghiasi lembaran kehidupan dengan lembaran kebaikan, lembaran baru, lembaran yang akan menjadi sejarah kehidupan kita.

Baiklah kawan, selamat melanjutkan kehidupan kita masing-masing. Semoga hidup kita akan semakin hidup dengan gelora semangat pembaharuan yang tak kan pernah pudar terlindas waktu kehidupan! Kembali merencanakan tujuan, kembali membangun harapan, tetap semangat kawan!