Ternyata Kita Belum Saling Memahami (?)

oleh Akheededi

Dalam Islam, saling memahami adalah salah satu cara untuk menyatukan hati, menyatukan pemikiran, menyatukan visi dan cita-cita, bahkan juga menyatukan amal dan kinerja nyata. Dengan sikap saling memahami inilah, Baginda Rasul mengajarkan kepada kita untuk menunjukkan identitas keIslaman kita dengan aura yang terpancar dari akhlak ini. Dan dengan sikap saling memahami ini juga lah yang merupakan cikal bakal terbentuknya amal kerjasama yang apik.

Sejarah berbicara bahwa peradaban Islam terbangun karena pondasi persaudaraan yang sangat kuat antara satu sama lain, bahkan kemunduran masa kejayaan Islam pun juga disebabkan karena pondasi persaudaraan antara satu sama lain yang semakin rapuh. Hal ini menjadi penting, karena sikap saling memahami adalah salah satu fase menuju tingkatan kesempurnaan persaudaraan antar sesama muslim. Tingkatan persaudaraan inilah yang akan menentukan wajah peradaban Islam kedepannya.

Sikap saling memahami mustahil dapat terbentuk apabila kita tidak saling mengenal personality antar satu sama lain, baik pemikiran, emosi dan kejiwaannya. Karena saling mengenal disini bukan hanya mengenal fisikalnya saja, melainkan lebih dari itu. Oleh karena itu, saling mengenal menjadi pondasi paling dasar untuk dalam pembangunan persaudaraan sesama muslim.

Memperbaiki Cita Rasa Persaudaraan Kita

Ketika aqidah sudah tertanam dalam hati kita, maka sudah seharusnyalah ia diikat dengan persaudaraan yang akan menguatkan pundak untuk memikul amanah. karena Ikatan hati yang kekal bukanlah angan semu semata. Ia akan bersemi selamanya ketika ada kesamaan dan kesatuan pemikiran dan kejiwaan yang akan membentuk kesatuan amal, kerja , dan aktivitas. Bahkan ia akan menambah daya perjuangan kita.

Sementara itu, walaupun setiap orang beriman adalah bersaudara, tapi mengapa masih saja ada perselisihan dan perbedaan yang sering muncul. Apakah ini adalah indikasi bahwa kita tidak saling mengenal dan memahami satu sama lain?

Ternyata tidak, karena jika kita berkaca pada masa sahabat, perselisihan adalah sesuatu hal yang wajar, sunnah, dan biasa. Sahabat Nabi pun yang mempunyai kualitas aqidah yang tinggi dan sangat dekat dengan Rasulullah SAW masih didapati perselisihan. Hanya saja cara penyikapannya saja yang perlu kita pelajari.

Jika setiap perselisihan dan perbedaan disikapi dengan sikap santun, maka bukan tidak mungkin rahmah Allah akan turun kepada kita, yang tentunya dilengkapi dengan sikap saling memperbaiki dan mengembalikannya kepada Allah melalui ketaatan dan kesabaran. Tanpa perlu ada yang merasa tersakiti, atau bahkan terdzalimi.

Dalam Surah Al Hujurat [49] ayat 10, Allah Yang Maha Pengasih mengingatkan kita bahwa setiap orang yang beriman adalah bersaudara. Bahkan apabila diantara kita saling berselisih faham dan rasa-rasanya ingin terpecah, maka Allah mewajibkan kita untuk segera mendamaikannya, dan memerintahkan kita untuk sepenuhnya takut hanya kepada Allah.

Sungguh indah bukan bagaimana Islam mengajarkan kepada kita untuk senantiasa membangun hubungan sosial dengan kasih sayang. Perselisihan dan perbedaan disikapi dengan kedewasaan yang matang. Karena walaupun berawal dari saling mengenal hingga saling memahami satu sama lain, setidaknya ini adalah bekal pertama dalam pembangunan peradaban Islam. Maka, suka duka dalam bersaudara adalah suatu keniscayaan. Ia lah yang akan menjadi bumbu penyedap persaudaraan kita, Insya Allah…

***
Bersambung… ; )

About tetapbergerak
Seorang Mahasiswa yang berusaha menapaki jalan hidup ini dengan kepala tegak, bukan berarti sombong, bukan berarti arogan, apalagi egaliter, tapi mencoba teguh atas tantangan yang sudah didepan mata. Mencoba berfikir kritis, dan mencari solusi terbaiknya. Karena hanya dengan itu, saya masih bisa bergerak menyongsong perubahan.

4 Responses to Ternyata Kita Belum Saling Memahami (?)

  1. Willy Mardian says:

    masih ada yach “Manajemen Afwan Akhi ”

    ada rencana bikin tulisan neeh “Manajemen Afwan Akhi Syariah ”

    what do you think ?? hehe

  2. Akheededi says:

    Wah boleh tuh akh..
    tapi kek mana Manajemen Afwan…?

    Mangga atuh, antum paparin deh,
    biar an dan yang lain jg ngerti..
    hehehe..🙂

  3. Willy Mardian says:

    itu loch manajemen afwan akhi

    masak sebagai manusia lapangan blm pernah denger dan merasakan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: