Betapa Seringnya Si Komo Lewat

Kini, bukan rahasia umum lagi kalau Jakarta sudah layaknya Showroom Mobil terbesar di dunia. Hampir setiap jam kantor, entah itu pagi ataupun petang, bisa dipastikan ribuan mobil memadati jalur-jalur utama kota Jakarta. Bahkan Kendaraan roda dua pun tidak mau kalah garangnya. Serobot sana, seruduk sini, dan kadang mau menang sendiri. Apalagi transportasi massal seperti bus, angkot, dan sejenisnya, sudah seperti Raja jalanan yang berjalan ugal-ugalan, kadang berhenti ditengah jalan. Menyebalkan!

Menyedihkan memang apabila di hari jadinya kota Jakarta ini, permasalahan utama transportasi di jantungnya Indonesia masih belum bisa teratasi.Yang kian hari tingkat traffic-nya makin tinggi. Seakan-akan Pemerintah Daerah DKI tengah berhadapan tembok besar yang sulit untuk dilampaui. Mau nabrak benjol, mau menjebol belum punya pembobol. Belum lagi dengan permasalahan-permasalahan lain yang tidak kalah serunya. Kemiskinan, pengangguran, dan tindak-tanduk kejahatan semakin mewarnai ketidakharmonisan antara si juragan dengan anak buahan. Wuih, makin berat aja tantangan gubernur sekarang.

Jika saja warga bersama Pemerintah Daerah DKI mau bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini, maka bukan tidak mungkin apabila ‘Si Komo’ diusir dari Jakarta. Pun dengan’Godzila-Indonesia’ yang hampir setiap hari menggangu kenyamanan penduduk warga di tengah teriknya jalanan, akan ikut hengkang mencari incaran kota baru.

Solusi Alternatif

Sebernarnya, solusi alternatif yang ditawarkan oleh politisi, praktisi, akademisi, sampai musisi telah banyak menghiasi media masa untuk membantu memecahkan kemacetan di Jakarta. Tapi tetap saja kemacetan menjadi pemandangan yang akrab di tengah hiruk-pikuk perjuangan warga Jakarta. Seakan kemacetan sudah mendarah daging bagi warga Jakarta.

Bermula dari hadirnya Busway, pelebaran jalan, hingga pembangunan fly over dan under pass di simpul-simpul kemacetan, menjadi bukti nyata bahwa ada itikad baik dari Pemerintah Daerah untuk mempartisi masalah kemacetan ini menjadi lebih kecil lagi. Karena mustahil menghilangkan benih kemacetan seutuhnya hingga ke akar-akarnya. Pun halnya dengan usulan dan masukan dari banyak kalangan tidak kalah solutifnya. Artinya, kita sudah sama-sama melek terhadap masalah ini. Tinggal eksekusinya saja yang masih lambat.

Oleh karena itu, langkah terakhir yang harusnya segera ditempuh adalah Pemerintah Daerah ataupun Pemerintah Pusat berani mengambil sikap dan kebijakan untuk mengatur masalah kemacetan ini, entah itu penggalakkan transportasi publik, baik perbaikan pelayanan transportasinya maupun  mengurangi transportasi seperti angkot dan bus tua yang kemudian menggantinya armada transportasi alternatif yang tentunya lebih ramah lingkungan. Atau dengan mengeluarkan kebijakan mengenai tarif parkir yang saat ini sedang hangat dibicarakan, atau dengan membatasi jumlah kendaraan pribadi, atau dengan membatasi dan mendistribusikan penduduk jakarta ke daerah lain. Atau ekstrimnya, memindahkan Ibu Kota ke Daerah lain yang yang memiliki potensi wilayah strategis seperti Jakarta.

Sehingga dengan demikian, pemerintah tinggal mengetuk palu, kemudian mengajak semua pihak untuk menjalankan sesuai aturan, niscaya tingkat kemacetan akan menurun. Dan Si Komo pun akan segera hijrah negerai lain..

***
Terakhir, Selamat HUT Jakarta ke-482…
Semoga Aspirasi dan Inspirasi Warganya kan terus mengalir mewarnai hidupnya Kota Jakarta. Ayo Benahi Jakarta!

oleh AkheedEdi

About tetapbergerak
Seorang Mahasiswa yang berusaha menapaki jalan hidup ini dengan kepala tegak, bukan berarti sombong, bukan berarti arogan, apalagi egaliter, tapi mencoba teguh atas tantangan yang sudah didepan mata. Mencoba berfikir kritis, dan mencari solusi terbaiknya. Karena hanya dengan itu, saya masih bisa bergerak menyongsong perubahan.

One Response to Betapa Seringnya Si Komo Lewat

  1. ramapermana says:

    abdi parantos gentos alamat akhee…
    راما – فرمانا

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: