Muhasabah Sang Teknolog

sujudHampir mustahil di dunia sekarang ini mendapatkan saintis dan teknolog seperti yang Allah kehendaki. Yang hatinya kenal, cinta dan takut Allah. Yang hatinya senantiasa bersama Allah, merasa diawasi Allah. Yang setiap perbuatannya, hidup matinya, detak jantungnya, turun naik nafasnya semata-mata untuk dan karena Allah seperti yang dijanjikan dalam sholatnya, bahwa sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah semata-mata untuk Tuhan sekalian alam. Karena kesungguhannya untuk menjadi orang Allah, maka dia dibantu oleh Allah dalam tugas-tugasnya mengembangkan sains dan teknologi, sehingga lahirlah berbagai teori, inovasi dan produk-produk yang canggih, maju dan sangat bermanfaat bagi manusia dan kemanusiaan. Read more of this post

Mari Fahami dan Cintai Kematian..

Kematian adalah sesuatu yang pasti. Tiada siapa yang mengetahui kematian walaupun para malaikat, melainkan hanya ALLAH saja. Rasulullah pernah berkata : akan ada 2 penyakit yang amat membahayakan umat-ku di akhir zaman nanti. Yakni cinta dunia dan takut mati. Kalau begitulah pesanan Baginda, maknanya kita mesti mengusahakan untuk suka dengan kematian, bukan takut dengannya. Kenapa?Kematian adalah bermulanya sebuah perjalanan menuju negeri yang kekal abadi, kampung akhirat. ALLAH ciptakan dunia ini sebagai naungan agar para hambaNya dapat mengumpulkan bekal yang banyak ketika pulang menghadapNya di suatu masa. Sebaik-baik bekal adalah taqwa[himpunan sifat2 yang baik, selamat dan meyelamatkan]

ALLAH telah ingatkan manusia melalu Al’Quran, Hadist bahwa dunia ini tidaklah kekal abadi, hanya sebentar saja…paling lama juga kita hidup di dunia adalah 100thn saja. Akhirat? Tak terbayangkan..dan ia diukur tidak sama dengan waktu/masa di dunia. Mati adalah sesuatu yang besar pada pandangan ALLAH. Karena apabila mati, ia berkekalan, tak dapat diubah lagi apa yang telah diperbuat. Kalau baik, maka akan baiklah selamanya, kalau tak baik akan menderitalah selamanya. Beginilah perumpamaan mati kalau kita tidak hidup menurut disiplin Tuhan.

Pertama sekali tibanya sakaratul maut, datanglah malaikat yang akan mencabut nyawa kita, pada saat itu kita sudah tidak lagi berada di alam dunia tapi di alam lain, maka tidak sama apa yang terlihat oleh manusia di dunia dengan apa yang dihadapi oleh orang yg akan mati itu. Mula2 malaikat akan mencabut nyawa kita mulai dari kaki, hinggalah ke urat nadi, di leher kita. Bagi orang kafir yang tidak beriman pada Tuhan, ia akan sangat menyakitkan, malaikat pun akan mencabutnya dengan keras, bukan dengan perlahan-lahan. Melainkan bg orang2 yang takutkan Tuhan, malaikat akan mencabutnya dengan berhati-hati, pelan2 sekali. Sakitnya ketika nyawa dicabut adalah bagai pukulan 300 mata pedang..bayangkan!!! kena pisau sedikit saja kita dah kesakitan…karena sayangnya Baginda dengan umatnya, ia pun minta ALLAH ringankan sakitnya umatnya ketika dicabut nyawa agar tidak terlalu mendertita. ketika dimandikan juga rasanya lebih sakit dari dikuliti hidup2, maka itu Rasulullah ada berpesan, perlahan2lah ketika memandikan mayat..

Lalu si mati pun dikuburkan, selepas pengantar jenazah pergi 7 langkah meninggalkan kubur, datanglah dua malaikat Munkar dan Nakir yang akan bertanya tentang apa yang kita sdh perbuat selama hidup di dunia ini. Pada masa itu, bukan mulut kita lagi yang menjawab, melainkan anggota tubuh kita, bahkan hati kita akan berkata apa yang dirasakannya selama hidup di dunia. Pada masa itu kita ga akan dapat mengelak lagi. Dibukalah tabir segala apa yang kita perbuat di dunia, seperti di-rekam, semuanya akan terlihat ,takkan ada 1 perbuatan pun yang luput dari rekaman itu, walau sedetik saja. Mungkin kita malu, kita menyesal, tapi pada waktu itu apalah gunanya???menyesal tidak berguna…kalau kita ga dapat jawab apa yg ditanyakan oleh kedua malaikat itu, kita akan dipukul 70hasta jatuh ke dalam bumi[tak terbayanggg…]lalu sampailah kita pada padang mahsyar, padang di mana manusia di seluruh bumi ini akan dihimpun, mulai dari nabi adam, hingga manusia yang terakhir mati.pada saat itu, suasana kita sedang tdk berpakaian, ALLAH biarkan kita beribu tahun lamanya mengikut ukuran akhirat, matahari di atas ubun amat panas, tiada siapa yg menolong. Manusia bagaikan tumpukan korek api, amat berhimpitan. Tidak ada yang dapat memberi syafaatul kubra selain RASULULLAH SAW saja…ketika sudah selesai hisab, kita akan melalui titian shirat yang mana ianya lebis tipis dari sehelai rambut kita, yang selamat akan sampai ke syurga, yang tidak berguguranlah ke dalam api, kekal abadi tidak diukur oleh masa lagi.

Kalau kita faham tentang kematian ini, tentu kita akan memperbaiki diri kita, kita akan memperbaiki hubungan kita dengan ALLAH, membetulkan ibadah, kita akan berbuat baik terhadap sesama manusia dan makhluk ALLAH yang lainnya, kita akan jauhkan diri dari membuat sesuatu yang ga berfaedah apalagi yang mendatangkan dosa, dan kita akan redha dengan ujian yang ALLAH bagi pada kita, karena ujian kan penghapusan dosa, dan ia akan selesai di dunia, Tuhan bagi ujian untuk meringankan dosa kita di akhirat. Seberat apa ujian di dunia tidak akan ada seberat ksusahan yang akan kita alami di akhirat jika kita tidak cinta dengan ALLAH, takut denganNya..begitulah kita akan redha, sabar dengan segala ketentuan ALLAH pada kita karena kita faham betapa mati sangat menyakitkan…

Rasullullah mengatakan bahwa orang yang cerdik, pandai adalah orang selalu teringat dengan mati, maka cintailah kematian, rindukanlah moga2 dengan izin dan kasih sayangNya ALLAH matikan kita dalam keadaan mulia, khusnul khotimah, akhir yang baik…moga2 ALLAH tidak hinakan kita di dunia lagilah di akhirat.

Moga2 tulisan ini menginsafkan si penulis dan yang membacanya..terutama……………………………..

kita semua..
maaf lahir batin.