moonlight22Dari Ibnu ‘Abbas r.humma., ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. berdoa pada suatu malam seusai shalat: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon rahmat dari sisi-Mu, yang dengannya Engkau arahkan hatiku, Engkau kumpulkan semua urusanku, Engkau kumpulkan urusanku yang tercerai-berai, Engkau perbaiki (keadaanku) ketika aku pergi, Engkau angkat (derajatku) ketika aku tidak pergi, Engkau sucikan semua amalku, Engkau ilhamkan petunjuk kepadaku, Engkau kembalikan kelembutanku, dan Engkau jaga aku dari segala keburukan.

Ya Allah berikanlah kepadaku keimanan dan keyakinan yang tiada lagi kekufuran sesudahnya dan rahmat yang dengannya aku bisa menggapai ketinggian derajat kemuliaan-Mu di dunia dan akhirat. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu keberuntungan dalam takdir-Mu, derajat para syuhada’, kehidupan orang-orang yang bahagia dan pertolongan melawan musuh-musuh.

Ya Allah, aku serahkan semua kebutuhanku kepada-Mu walaupun pemikiranku tidak mampu dan amalku lemah, aku membutuhkan rahmat-Mu. Maka aku mohon kepada-Mu wahai Dzat Yang Memutuskan semua perkara dan Yang Menyembuhkan hati, sebagaimana Engkau telah memisahkan antar lautan, maka lindungilah aku dari adzab neraka yang menyala-nyala, dari doa-doa buruk, dan dari fitnah kubur.

Ya Allah, kebaikan yang tidak terjangkau akalku, tidak terbersit dalam niatku dan tidak terucap dalam doaku, yang telah Engkau janjikan kepada seseorang dari hamba-Mu, maka aku berharap kepada-Mu akan kebaikan tersebut, dan aku memohonnya kepada-Mu dengan segenap rahmat-Mu, wahai Tuhan seluruh alam.

Ya Allah, Yang Mempunyai tali (janji) yang kuat dan perintah yang lurus, aku memohon kepada-Mu rasa aman pada hari yang diancamkan, serta syurga pada hari kekekalan bersama orang-orang yang dekat kepada-Mu dan menyaksikan keesaan-Mu, yang selalu ruku’ dan sujud, yang senantiasa memenuhi janji, Engkau! Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan sesungguhnya Engkau melakukan apa saja yang Engkau kehendaki.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang memberi dan mendapatkan hidayah  -bukan orang-orang yang sesat dan menyesatkan- berdamai kepada kekasih-kekasih-Mu, dan memusuhi musuh-musuh-Mu, mencintai orang yang mencintai-Mu dengan rasa cinta dari-Mu, dan memusuhi orang yang menyelesihi-Mu dengan rasa permusuhan dari-Mu.

Ya Allah, inilah doaku dan Engkaulah yang bisa mengabulkannya. Dan inilah usahaku, dan kepada-Mu-lah  aku berserah diri. Ya Allah, berikanlah cahaya di dalam hatiku, cahaya dalam kuburku, cahaya di depanku, cahaya di belakangku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku, cahaya dalam pendengaranku, cahaya dalam penglihatanku, cahaya di rambutku, cahaya di kulitku, cahaya di dalam dagingku, cahaya dalam darahku, dan cahaya dalam tulangku.

Ya Allah, kuatkanlah cahayaku, berikanlah aku cahaya, dan jadikan cahaya untukku. Maha Suci Dzat Yang Mengenakan kemuliaan dan berfirman dengan kemuliaan. Mahasuci Dzat Yang Mengenakan keagunggan dan bermurah hati dengan keagunggan-Nya, Mahasuci Dzat Yang Memiliki segala keutamaan dan kemuliaan, Mahasuci Dzat Yang Memiliki kebesaran dan kemuliaan.” (HR. Tirmidzi)

Sumber: ‘Muntakhab Ahadits, Bab Shalat Sunnah dan Nafilah [363]‘, Syaikh Muhammad Yusuf al Khandahlawi, Penerbit Ash Shaff

Jadi teringat dengan pidato Abu Bakar Ash Shidiq ketika pertama kali dilantik sebagai Khalifah pertama menggantikan peran kepemimpinan Rasulullah. Beliau Menyatakan sebagai berikut:

Amma ba’du, saudaraku sekalian sesungguhnya aku telah terpilih sebagai pimpinan atas kalian dan bukanlah aku yang terbaik diantara kalin, maka jika aku berbuat kebaikan bantulah akau. Dan jika aku bertindak keliru maka luruskanlah aku. Kejujuran adalah amanah, sementara dusta adalah suatu pengkhiatan. Orang yang lemah di antara kalian sesungguhnya kuat di sisiku hingga aku dapat mengembalikan haknya kepadanya Insya Allah. Sebaliknya siapa yang kuat di antara kalian maka dialah yang lemah di sisiku hingga aku akan mengambil darinya hak milik orang lain yang diambilnya. Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad di jalan Allah kecuali Allah akan timpakan kepada mereka suatu kehinaan, dan tidaklah suatu kekejian terbesar di tengah suatu kaum kecuali adzab Allah akan ditimpakan kepada seluruh kaum tersebut. Patuhilah aku selama aku mematuhi Allah dan RasulNya. Tetapi jika aku tidak mematuhi keduanya maka tiada kewajiban taat atas kalian terhadapku. Sekarang berdirilah kalian untuk melaksanakan shalat semoga Allah merahmati kalian… [1]

Oleh karena itu, pesan singkat penulis adalah pilihlah pemimpin kalian dengan bijak, karena ia merupakan representasi dari siapa yang memilihnya menjadi pemimpin…

Siap Memimpin dan Siap Dipimpin

[1] Ibnu Hisyam, as-Sirah an-Nabawiyah 4/413-414, tahqiq Hamma Sa’id dan Muhammad Abu Suailik

Bersambung…

sujudHampir mustahil di dunia sekarang ini mendapatkan saintis dan teknolog seperti yang Allah kehendaki. Yang hatinya kenal, cinta dan takut Allah. Yang hatinya senantiasa bersama Allah, merasa diawasi Allah. Yang setiap perbuatannya, hidup matinya, detak jantungnya, turun naik nafasnya semata-mata untuk dan karena Allah seperti yang dijanjikan dalam sholatnya, bahwa sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah semata-mata untuk Tuhan sekalian alam. Karena kesungguhannya untuk menjadi orang Allah, maka dia dibantu oleh Allah dalam tugas-tugasnya mengembangkan sains dan teknologi, sehingga lahirlah berbagai teori, inovasi dan produk-produk yang canggih, maju dan sangat bermanfaat bagi manusia dan kemanusiaan. Read More »

Kini, bukan rahasia umum lagi kalau Jakarta sudah layaknya Showroom Mobil terbesar di dunia. Hampir setiap jam kantor, entah itu pagi ataupun petang, bisa dipastikan ribuan mobil memadati jalur-jalur utama kota Jakarta. Bahkan Kendaraan roda dua pun tidak mau kalah garangnya. Serobot sana, seruduk sini, dan kadang mau menang sendiri. Apalagi transportasi massal seperti bus, angkot, dan sejenisnya, sudah seperti Raja jalanan yang berjalan ugal-ugalan, kadang berhenti ditengah jalan. Menyebalkan! Read More »

oleh Akheededi

Dalam Islam, saling memahami adalah salah satu cara untuk menyatukan hati, menyatukan pemikiran, menyatukan visi dan cita-cita, bahkan juga menyatukan amal dan kinerja nyata. Dengan sikap saling memahami inilah, Baginda Rasul mengajarkan kepada kita untuk menunjukkan identitas keIslaman kita dengan aura yang terpancar dari akhlak ini. Dan dengan sikap saling memahami ini juga lah yang merupakan cikal bakal terbentuknya amal kerjasama yang apik. Read More »